Sabtu, 21 Oktober 2017

Latar Belakang

 

Dinamika perkembangan Fakultas Syari’ah Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat  telah melewati tahapan paling penting. Fakultas Syari’ah lahir pada 27 April 1967 sebagai kelanjutan dari Fakultas Adab yang didirikan  pada 18 Nopember  1965. Pendirian Fakultas Syari’ah ini dilatarbelakangi oleh keinginan Persyarikatan Muhammadiyah Sumatera Barat untuk mencetak para ulama yang tangguh di bidang tarjih, yang merupakan ruh Muhammadiyah. Disamping itu, pendirian Fakultas Syari’ah Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat merupakan salah satu keputusan Musyawarah Majelis Tarjih Muhammadiyah Tingkat Wilayah Sumatera Barat.

Pembukaan  Fakultas Syari’ah di Kota Padang ini mendapat sambutan dari kalangan usahawan dan masyarakat pada umumnya.   Mahasiswa yang menuntut ilmu di Fakultas Syari’ah ini dari tahun ke tahun semakin banyak, sehingga pada tahun 1968 Fakultas Syari’ah memperoleh status DIAKUI berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 18 tahun 1968.

Selaras dengan perkembangan dunia pendidikan tinggi di Indonesia, pada tahun 1987 diterapkan Sistem Kredit Semester, yang secara otomatis Fakultas Syari’ah  yang semula  hanya melaksanakan program sampai tingkat Sarjana Muda, berubah menjadi program Strata Satu (S1). Sejak tahun tersebut, maka  Fakultas Syari’ah telah menyelenggarakan pendidikan program S1.

Perubahan penting terjadi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat pada 17 April 1997.  Tiga Fakultas Agama yakni Fakultas Syari’ah di Padang, Fakultas Ilmu Agama dan Fakultas Tarbiyah di Padang Panjang dilebur menjadi satu fakultas yang diberi nama Fakultas Agama Islam. Peleburan ini telah mendapatkan legalisasi dari Menteri Agama RI berdasarkan Surat Keputusan Nomor E/47/1997 tertanggal 17 April 1997. Dengan demikian, Fakultas Agama Islam ini memiliki tiga program studi, yaitu Program Studi Syari’ah, Program Studi Ushuluddin, dan Program Studi Tarbiyah.

Perkembangan pendidikan tinggi yang sangat cepat dewasa ini, ternyata jenjang pendidikan S1 belum memadai bagi para mahasiswa untuk memperdalam ilmu, sehingga banyak tuntutan dari para alumni agar Fakultas Agama Islam membuka Program Strata Dua (S2). Hasil Rapat Senat Fakultas Agama Islam pada tanggal 18 Agustus 2001, yang dihadiri oleh Rektor dan para Pembantu Rektor menetapkan bahwa Program Magister (S2) Pascasarjana  Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dengan Konsentrasi Syari’ah (Hukum Islam) dan Pendidikan Islam perlu segera dibuka. Kelanjutan pendirian Program Pascasarjana (S2) Program Magister Ilmu Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat ini kemudian mendapat legalisasi berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Nomor DJ.II/380/2002 tanggal 13 November 2002.

 

Landasan

 

Pembukaan Program Magister (S2) Konsentrasi Hukum Islam dan Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat didasarkan pada serangkaian peraturan perundang-undangan, yaitu;

  1. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional.Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  3. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Hasil Belajar Mahasiswa.
  4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.
  5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Pendidikan Tinggi.
  6. SK Dirjen Dikti Depdiknas No. 108/DIKTI/Kep/2001 tanggal 30 April 2001 tentang Pedoman Pembukaan Program Studi.
  7. Surat Keputusan Dirjen Kelembagaan Islam Depag RI No. DJ.II/380/2002 tanggal 13 November 2002 tentang Izin Pembukaan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Padang.
  8. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4978 tahun 2014 tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Magister Universitas Muhammadiyah Sumatera tahun 2014.
  9.  Statuta Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.


Info