Sabtu, 21 Oktober 2017

Sistem Pembelajaran dan Evaluasi

1. Sistem Pembelajaran

            Proses pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan  Sistem Kredit Semester (SKS). Adapun mengenai pelaksanaan sistem tersebut akan dijelaskan berikut ini:

  a)      Pengertian Sistem Kredit Semester (SKS)

(1) Sistem Kredit

Sistem kredit adalah suatu sistem penghargaan terhadap beban studi mahasiswa, beban kerja dosen dan beban penyelenggaraan program pendidikan yang dinyatakan dalam unit kredit. Kredit adalah suatu unit atau satuan yang menyatakan isi suatu atau bobot matakuliah secara kuantitatif.

Ciri-ciri sistem kredit ialah:

(a) Dalam sistem kredit, tiap-tiap matakuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit.

(b)  Besar nilai kredit untuk matakuliah yang berlainan tidak harus selalu sama.

(c)  Besar nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas dasar besaran usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam kegiatan perkuliahan, seminar class, praktikum, atau tugas-tugas lain.

(2) Sistem Semester

Sistem semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang menggunakan satuan waktu tengah tahunan yang disebut semester. Semester adalah satuan waktu terkecil yang menyatakan lamanya suatu kegiatan pendidikan dalam suatu jenjang/pro­gram pendidikan tertentu. Satu semester setara dengan 16 sampai 19 minggu kerja dalam arti minggu perkuliahan efektif termasuk ujian akhir, atau jumlah banyaknya 22 minggu kerja termasuk waktu evaluasi ulang dan minggu tenang.

Penyelenggaraan pendidikan dalam satu semester terdiri dari kegiatan-kegiatan perkuliahan, seminar, dalam bentuk tatap muka, serta kegiatan akademik terstruktur dan mandiri.

Dalam setiap semester disajikan sejumlah mata kuliah, dan setiap mata kuliah mempunyai bobot yang dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS), sesuai dengan yang ditetapkan dalam kurikulum konsentrasi hukum Islam dan Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

(3) Sistem Satuan Kredit Semester (SKS)

Satuan Kredit Semester (SKS) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besaran beban studi mahasiswa dalam suatu se­mester serta besaran pengakuan keberhasilan usaha mahasiswa serta besaran usaha untuk penyelenggaraan program pendidikan di Perguruan Tinggi khususnya bagi dosen. Dalam kerangka SKS, setiap matakuliah atau kegiatan akademik lainnya disajikan pada setiap semester dengan ditetapkan harga satuan kredit semesternya yang menyatakan bobot kegiatan dalam matakuliah tersebut.

b)  Tujuan Sistem Kredit Semester

(1) Tujuan Umum

Agar Perguruan Tinggi dapat lebih memenuhi tuntutan pembangunan, maka program pendidikan perlu disajikan secara bervariasi dan fleksibel. Cara tersebut akan memberi kemungkinan lebih luas kepada setiap mahasiswa untuk menentukan dan mengatur kurikulum dan strategi proses belajar mengajarnya agar diperoleh hasil yang sebaik-baiknya sesuai dengan rencana dan kondisi masing-­masing peserta didik.

(2) Tujuan Khusus

(a)  Memberi kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

(b)  Memberi kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil matakuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.

(c)  Memberi kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output-nya yang majemuk dapat dilaksanakan.

(d)  Mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini.

(e)  Memberi kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.

(f)   Memberi kemungkinan pengalihan (transfer) kredit antar Program Studi pada Program Pascasarjana dalam suatu Perguruan Tinggi atau antar Perguruan Tinggi.

c)  Nilai Kredit dan Beban Studi

(1) Nilai Kredit Semester (SKS) Untuk Perkuliahan

Untuk perkuliahan nilai 1 (satu) satuan kredit semester ditentukan berdasarkan beban kegiatan yang meliputi keseluruhan kegiatan perminggu, sebagai berikut :

(a)   Untuk Mahasiswa

Alokasi 50 menit untuk acara tatap muka tcrjadwal secara reguler dengan dosen pemangku matakuliah, misalnya dalam bentuk kuliah, seminar dan sebagainya. 60 menit dialokasikan untuk acara kcgiatan akadcmik tcrstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen, misalnya dalam bentuk mengerjakan pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal.

Alokasi 60 menit acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya dalam bentuk membaca buku referensi, studi naskah atau studi sumber.

(b) Untuk Dosen

Alokasi 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa dan 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik ter-struktur. Terakhir, 60 menit digunakan untuk pengembangan materi kuliah.

(2) Nilai Kredit Semester Untuk Seminar

Untuk penyelenggaraan seminar, dimana mahasiswa diwajibkan menyajikan atau mempresentasikan hasil kerjanya pada suatu forum, nilai 1 (satu) satuan kredit semester sama seperti pada penyelenggaraan kuliah, yaitu berupa acara 60 menit tatap muka per-minggu.

(3) Beban Studi dalam Satu Semester

Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Mahasiswa dituntut belajar lebih lama sebab tidak saja ia belajar pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Kalau dianggap seorang mahasiswa normal bekerja rata-rata siang hari enam sampai delapan jam dan malam hari dua jam selama enam hari berturut-turut, maka seorang mahasiswa diperkirakan memiliki waktu belajar sejumlah delapan sampai sepuluh jam sehari atau 48 sampai 60 jam seminggu.

Oleh karena, satu SKS disetarakan dcngan tiga jam kerja, maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 18 sampai 22 SKS atau sekitar 20 SKS. Dalam menentukan beban studi satu semester, perlu diperhatikan kemampuan individu berdasarkan hasil studi seorang mahasiswa pada sernester sebelumnya yang diukur dengan parameter indeks prestasi.

 

     2.  Metode Pembelajaran

a)  Problem based learning. Dilakukan melalui keaktifan mahasiswa untuk memecahkan masalah faktual dalam masyarakat yang diangkat melalui kajian, diskusi, dan pembahasan proses pembelajaran.

b)  Evidence based learning. Dilakukan berdasarkan hasil-hasil penelitian pada masyarakat sebagai bahan penyusunan materi pembelajaran atau diskusi.

c)   Experience based learning. Melalui partisipasi aktif mahasiswa dalam dinamika perubahan sosial untuk meningkatkan kesadaran hukum dan penegakan hukum pada masyarakat.

 

3. Sistem Evaluasi

Untuk mengevaluasi seluruh kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan pada tiap akhir semester diadakan ujian yang disebut dengan Ujian Akhir Semester (UAS). UAS biasa dilaksanakan setelah tatap muka minimal 16 kali pertemuan. Peserta yang diizinkan untuk mengikuti UAS adalah peserta yang minimal mengikuti kuliah tatap muka sebanyak 75 % dari kehadiran dosen.

Nilai lulus untuk setiap mata kuliah pada Program Megister (S2) pada Progam Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat adalah minimal 64 (C).

Jenis kegiatan yang dilaksanakan untuk sistem evaluasi terdiri atas:

  1. Ujian tengah semester, baik lisan maupun tulisan serta bentuk tugas lain yang ditetapkan oleh dosen yang bersangkutan
  2. Ujian akhir semester, baik lisan maupun tulisan serta bentuk tugas yang telah ditetapkan oleh dosen ynag bersangkutan.
  3. Tugas-tugas yang dibebankan oleh dosen pembimbing dalam kegiatan perkuliahan, seperti makalah, resensi buku dan lain-lain untuk diseminarkan
  4. Partisipasi dan kontribusi peserta dalam seminar kelas.
  5. Tugas-tugas lain yang ditentukan dosen pembimbing yang tidak diseminarkan.

Aspek-aspek yang dinilai untuk ujian tengah dan ujian akhir semester terdiri atas:

  1. Pengetahuan tentang materi
  2. Kelurusan alur pikir
  3. Tingkat pemahaman dan kedalaman isi.

Adapun aspek-aspek yang diniai untuk tugas makalah, laporan penelitian, resensi buku dan lain sebagainya adalah:

  1. Metode penelitian/penulisan
  2. Penyusunan materi/wawasan keilmuan
  3. Kelurusan alur pikir
  4. Analisis dalam pemecahan masalah.

Mengenai aspek-aspek yang dinilai dalam aktivitas seminar/diskusi terdiri atas;

  1. Kemampuan dalam menyampaikan pemikiran
  2. Kemampuan dalam mempertahankan pemikiran
  3. Kedisiplinan dalam berpartisipasi.

Penilaian dari aspek-aspek yang dikemukakan di atas dilakukan secara kumulatif dalam bentuk angka-angka yang dikonversikan ke dalam huruf dan diberi bobot. Konversi nilai yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Nilai

Bobot

Angka

Huruf

95-100

A+

4,00

90-94

A

3,75

85-89

A-

3,50

80-84

B+

3,25

75-79

B

3,00

70-74

B-

2,75

65-69

C+

2,50

60-64

C

2,25

55-59

C-

2,00

 

Indeks Prestasi (IP)

Ada dua bentuk indeks prestasi yang diberikan kepada peserta, yaitu Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Komulatif (IPK). IPS adalah hasil perhitungan jumlah seluruh mata kuliah dalam satu semester (perkalian jumlah SKS dengan nilai bobot dibagi dengan jumlah SKS). IPS diberikan kepada peserta setelah seluruh nilai diterima dari dosen setiap mata kuliah yang bersangkutan. Sedangkan IPK adalah hasil perhitungan jumlah setiap mata kuliah yang memiliki bobot SKS ditambah dengan nilai karya ilmiah (tesis), kemudian dibagi dengan jumlah SKS. IPK dikeluarkan setelah peserta telah menyelesaikan seluruh beban studinya.

          

       4. Penasehat Akademik (PA)

Penetapan sistem kredit sebagai sistem pendidikan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk merencanakan dan memutuskan mata kuliah yang akan diambilnya dengan bobot tertentu pada setiap semester. Dalam rangka perencanaan dan penetapan mata kuliah ini, mahasiswa disarankan berkonsultasi yang mendalam bersama penasehat akademiknya. Walaupun demikian, penetapan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab mahasiswa sendiri. Keberhasilan mahasiswa dalam studinya tidak semata-mata didasarkan atas kemampuan akademiknya saja, melainkan banyak faktor yang bisa mempengaruhinya. Penasehat akademik hanyalah salah satu faktor yang membantu seorang mahasiswa dalam upaya menyelesaikan masalah, baik yang bersifat akademik maupun non akademik.

Adapun tujuan bimbingan akademik adalah :

  1. Membantu mahasiswa agar proses belajar mengajarnya berjalan dengan efektif dan efisien serta dapat mengembangkan kemampuan akademiknya secara optimal.
  2. Membantu mahasiswa khususnya dalam memecahkan atau mengatasi problema akademik.
  3. Membantu mahasiswa merencanakan program studi dan memilih mata kuliah, sehingga pada awal program sudah mempunyai rencana mata-mata kuliah yang akan diambil mulai semester kedua sampai akhir masa studi.

Sedangkan tugas Dosen PA adalah memberi nasehat atau bimbingan akademik kepada mahasiswa yang meliputi antara lain :

  1. Membimbing dan mengarahkan mahasiswa bimbingannya dalam menentukan mata kuliah yang jumlahnya sesuai dengan Indeks Prestasi (IP) yang diperoleh pada semester sebelumnya.
  2. Memberi penjelasan dan petunjuk kepada mahasiswa bimbingannya tentang peraturan akademik Program Pascasarjana, khususnya yang berkaitan sengan SKS.
  3. Berhak memberikan teguran dan peringatan kepada mahasiswa bimbingannya, apabila mahasiswa yang bersangkutan melanggar ketentuan yang berlaku.

 

     5.   Penulisan Makalah dan Tesis

Kemampuan menulis secara ilmiah merupakan salah satu keterampilan yang harus diemban bagi setiap mahasiswa Program Megister (S3) Program Pascasarjan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Penulisan karya ilmiah dimaksud dapat berupa makalah, maupun tesis.

Penulisan makalah dapat ditetapkan sebagai persyaratan bahan seminar tugas-tugas perkuliahan dan/atau praktikum pada semua jenjang program pendidikan dan/atau penyelesaian studi tingkat Megister. Penulisan Tesis merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi Program Megister (S2). Tesis yang ditulis mahasiswa diberi bobot 6 SKS.

Penulisan setiap karya ilmiah hendaknya memenuhi kriteria yang lazim baik dari segi teknis, bahasa, sistematika maupun substansi. Selain itu, penulisan ilmiah hendaknya didasarkan pada sumber yang berkualitas dan diutamakan menggunakan sumber-sumber primer.

Sumber pengambilan data dapat berupa data lapangan dan/ atau data perpustakaan. Teknis penulisan pengambilan sumber data dapat berupa foot note (catatan kaki), runing note/ body note (catatan dalam), atau end note (catatan akhir), bergantung kepada saran lembaga/dosen/pembimbing. Khusus untuk penulisan disertasi digunakan foot note. Hal-hal yang terkait dengan penulisan ilmiah ini diatur dengan mengacu kepada pedoman penulisan karya ilmiah Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Khusus untuk penulisan Tesis, bagi setiap mahasiswa yang hendak menulis Tesis dan telah mengajukan proposal ke Sekretariat Prodi maka akan ditunjuk  dua orang pembimbing Tesis. Bagi calon pembimbing Tesis harus memenuhi persyaratan antara lain:

  1. Memiliki kualifikasi akademik yang relevan atau Dosen pemegang mata kuliah yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan diteliti.
  2. Minimal berpangkat Lektor (III/d) yang memiliki ijazah Doktor untuk Pembimbing II.

            Pembimbing Tesis memiliki kewenangan antara lain:

  1. Turut serta memberikan pertimbangan judul dan topik penelitian yang diajukan mahasiswa.
  2. Turut serta sebagai anggota panitia ujian/sidang munaqasyah yang menentukan lulus tidaknya peserta ujian melalui pemberian nilai karya tulis yang dibimbingnya.
  3. Menetapkan waktu dan tempat konsultasi bimbingan penulisan.
  4. Mengembalikan tugas bimbingan kepada Program Pascasarjana apabila terjadi hal-hal yang menyebabkan tidak dapat terlaksananya bimbingan.
  5. Menentukan dan menyetujui keabsahan karya tulis yang akan dan telah diujikan. Tanda tangan pembimbing merupakan bukti bahwa penyusunan karya tulis sudah mendapatkan bimbingan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
  6.  

6. Indeks Prestasi (IP)

Ada dua bentuk indeks prestasi yang diberikan kapada peserta, yaitu Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Komulatif (IPK). IPS adalah hasil perhitungan jumlah seluruh mata kuliah dalam satu semester (perkalian jumlah SKS dengan nilai bobot dibagi dengan jumlah SKS). IPS diberikan kepada peserta setelah seluruh nilai diterima dari dosen setiap mata kuliah yang bersangkutan. Sedangkan IPK adalah hasil perhitungan jumlah setiap mata kuliah yang memiliki bobot SKS ditambah dengan nilai tesis, kemudian dibagi dengan julah SKS. IPK dikeluarkan setelah peserta telah menyelesaikan seluruh beban studinya.

            Contoh perhitungan IPS adalah sebagai berikut. 

No

Nama Mata kuliah

SKS

Nilai

Angka

Huruf

Bobot

Jumlah

1

Mata kuliah 1

 

 

3

84,00

B+

3,25

6,50

2

Mata kuliah 2

 

 

3

95,00 

A+

4,00 

12,00

3

Mata kuliah 3

 

3

84,00

B+

3,25

9,75

4

Mata kulah 4

 

2

85,00

A-

3,50

7,00

5

Mata kuliah 5

 

 

3

85,00

A-

3,50

7,00

6

Mata kuliah 6

 

 

2

93,00

A

3,75

7,00

 

JUMLAH

 

 

16

 

 

 

 

49,25

                           

         49,25

     __________ = 3,07

          16

Indeks Prestasi adalah sebagai berikut:

     7 Yudisium

Mahasiswa dinyatakan lulus apabila memperoleh IPK paling kurang 2,00. Penyebutan prediket kelulusan adalah sebagai berikut :

IPK 3,65 – 4,00      = Cumlaude/ Terpuji

IPK 3,15 – 3,64      = Amat Baik / Sangat memuaskan

IPK 2,75 – 3,14      = Baik/ Memuaskan

Predikat kelulusan Cumlaude hanya diberikan kepada mahasiswa yang memiliki IPK minimal 3,65 dan masa studinya tidak lebih dari 3 tahun serta tidak pernah melakukan perbaikan nilai, dan tidak pernah melanggar kode etik mahasiswa.

     7. Derajat dan Gelar Pendidikan

Sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi tanggal 21 Nopember 2001, maka lulusan program studi ini bergelar Magister Agama.

     8. Wisuda Magister

Mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh kewajiban SKS  dan telah mengikuti Ujian Munaqasyah  (ujian Tesis) pada Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, maka yang bersangkutan telah berhak mendapatkan gelar akademik sesuai dengan program studi yang diambil, sebagaimana disebutkan di atas. Untuk mengukuhkan gelar akademik tersebut diadakan upacara/seremonial yang disebut wisuda Magister.

Wisuda Magister mempunyai tata cara sebagai berikut :

  1. Upacara wisuda dihadiri oleh Senat Guru Besar dalam rapat senat Terbuka dan dipimpin oleh Rektor sebagai ketua senat Universitas.
  2. Pelantikan Magister dilakukan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat;
  3. Para wisudawan menggunakan baju upacara yang disebut baju toga.
  4. Pelaksanaan wisuda dilakukan 2 (dua) kali setahun.
  5. Wisudawan/wati terbaik dipilih dari setiap program studi.


Info